Dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah dan di Madinah (I)
1. Bagaimana kondisi masyarakat Makkah sebelum Islam ?
Sebelum datang Islam, penduduk Mekkah dikenal dengan penduduk jahiliyah (bodoh). Mereka bukan bodoh secara intelektual tapi mereka mememiliki prilaku yang buruk di aspek agama, sosial, ekonomi, dan politik.
2. Bagaimana kondisi masyarakat Madinah sebelum Islam ?
Sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw dan Umat Islam, Madinah bernama Yasrib. Yasrib terkenal dengan daerah subur dengan hasil pertanian kurma. Selain itu, posisinya sebagai jalur perdagangan antara selatan dan utara. Kondisi ini menarik Orang-orang untuk menetap di Madinah. Penduduk Yasrib pertama adalah Suku Amaliqoh. Kedatangan Yahudi dari Siria membuat peralihan kekuasaan dari Amaliqoh ke tangan Yahudi. Suku Yahudi datang ke Madinah karena diusir dan disiksa oleh Kerajaan Romawi. Suku-suku Yahudi yang datang ke Madinah adalah Bani Nadhir, Bani Quraizhah, Bani Ghathafan, dan Bani Qainuqa. Mereka membawa kepercayaan agama Yahudi. Setelah itu datang Imigran dari Arab Yaman yaitu suku Aus dan Khazraj dengan membawa agama pagan yaitu kepercayaan kepada benda-benda dan kekuatan alam. Arab Yaman mengikuti kepercayaan sama dengan kepercayaan orang Arab Makkah.
3. Apa Misi dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah ?
a. Mengajarkan kepada manusia tentang akidah dan larangan menyembah selain Allah swt.
b. Menegaskan tentang adanya hari pembalasan
c. Mengajarkan akhlak terpuji dan melarang berbuat kemungkaran.
d. Mengakui dan melindungi hak asasi manusia.
4. Bagaimana metode Dakwah Nabi di Makkah dan Di Madinah ?
5. Bagaimana Respon masyarakat Makkah dan Madinah terhadap dakwah Nabi Muhammad saw. ?
Masyarakat Mekkah merespon dakwah nabi dengan penolakan. Hanya sebagian kecil yang menerima dakwah Nabi. Para pembesar Mekkah menolak ajaran Nabi dan berusaha mencegah dakwah nabi dengan bebagai cara, seperti meminta bantuan Abu Thalib untuk merayu Nabi, menawarkan kedudukan, wanita, dan harta, dan menyiksa para pengikutnya. Walaupun mendapatkan respon negatif, Nabi Muhammad tidak berhenti untuk menyebarkan Islam.
Nabi Muhammad saw menghadapi tantangan dalam berdakwah dari dalam Madinah yaitu orang-orang Yahudi, dan dari pihak luar Madinah yaitu kafir Quraisy. Peristiwa pertentangan dari kedua pihak menimbulkan beberapa peristiwa yaitu perang badar, perang Uhud, Perang Khandak, Perjanjian Hudaibiyah, dan FathulMekkah.
Sebelum datang Islam, penduduk Mekkah dikenal dengan penduduk jahiliyah (bodoh). Mereka bukan bodoh secara intelektual tapi mereka mememiliki prilaku yang buruk di aspek agama, sosial, ekonomi, dan politik.
- Dari aspek agama, mereka menyembah berhala yang berada di sekitar Ka’bah.
- Dari aspek sosial, mereka suka minum khamar, mabuk, berzinah dan merampok. kedudukan wanita di tempat yang paling rendah, dan masalah perbudakan masih ada.
- Dari aspek ekonomi, mereka mempraktekan riba dan menjual barang dengan harga yang tinggi untuk mendapatkan keuntungan besar.
- Dari aspek politik, mereka sangat gemar berperang dan sering terjadi perang antar suku.
2. Bagaimana kondisi masyarakat Madinah sebelum Islam ?
Sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw dan Umat Islam, Madinah bernama Yasrib. Yasrib terkenal dengan daerah subur dengan hasil pertanian kurma. Selain itu, posisinya sebagai jalur perdagangan antara selatan dan utara. Kondisi ini menarik Orang-orang untuk menetap di Madinah. Penduduk Yasrib pertama adalah Suku Amaliqoh. Kedatangan Yahudi dari Siria membuat peralihan kekuasaan dari Amaliqoh ke tangan Yahudi. Suku Yahudi datang ke Madinah karena diusir dan disiksa oleh Kerajaan Romawi. Suku-suku Yahudi yang datang ke Madinah adalah Bani Nadhir, Bani Quraizhah, Bani Ghathafan, dan Bani Qainuqa. Mereka membawa kepercayaan agama Yahudi. Setelah itu datang Imigran dari Arab Yaman yaitu suku Aus dan Khazraj dengan membawa agama pagan yaitu kepercayaan kepada benda-benda dan kekuatan alam. Arab Yaman mengikuti kepercayaan sama dengan kepercayaan orang Arab Makkah.
3. Apa Misi dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah ?
a. Mengajarkan kepada manusia tentang akidah dan larangan menyembah selain Allah swt.
b. Menegaskan tentang adanya hari pembalasan
c. Mengajarkan akhlak terpuji dan melarang berbuat kemungkaran.
d. Mengakui dan melindungi hak asasi manusia.
4. Bagaimana metode Dakwah Nabi di Makkah dan Di Madinah ?
- Selama di Mekkah, Nabi Muhammad menerapkan beberapa pola dakwah antara lain dakwah sirriyah sebagai cara dakwah yang digunakan ketika kondisi dan situasi tidak mendukung. Dakwah Jahriya sebagai cara menyebarkan dakwah lebih luas dan pengikutnya sudah siap dengan segala resiko. Hijrah ke Habasyah sebagai cara melindungi dan memelihara nyawa dan agama pengiku Nabi. Hijrah ke Thaif sebagai cara mencari tempat menyebarkan yang ideal untuk menyebarkan Islam. Dan Baiat Aqabah I dan II sebagai cara persiapan pendukung dan tempat untuk membangun basis Islam.
- Selama di Madinah, Nabi Muhammad saw melakukan beberapa rencana yaitu membangun masjid, mempersaudarakan kaum muhajirin dan kaum anshar. Dan membuat perjanjian antara umat Islam dengan Yahudi. Selain itu dalam rangka mengembangkan perekonomian Madinah, Nabi Muhammad saw melakukan beberapa program yaitu mempersaudarakan kaum muhajirin dan kaum anshar, orang-orang miskin tinggal di masjid, membuka lapangan kerja, mengajurkan berdagang bagi yang punya modal, menganjurkan bertani bagi orang yang tidak punya modal, dan mengelola zakat dengan baik. Sistem Persaudaraan berlandaskan Iman dan Aturan toleransi beragama menjadi modal utama kesuksesan dakwah nabi saw di Madinah.
5. Bagaimana Respon masyarakat Makkah dan Madinah terhadap dakwah Nabi Muhammad saw. ?
Masyarakat Mekkah merespon dakwah nabi dengan penolakan. Hanya sebagian kecil yang menerima dakwah Nabi. Para pembesar Mekkah menolak ajaran Nabi dan berusaha mencegah dakwah nabi dengan bebagai cara, seperti meminta bantuan Abu Thalib untuk merayu Nabi, menawarkan kedudukan, wanita, dan harta, dan menyiksa para pengikutnya. Walaupun mendapatkan respon negatif, Nabi Muhammad tidak berhenti untuk menyebarkan Islam.
Nabi Muhammad saw menghadapi tantangan dalam berdakwah dari dalam Madinah yaitu orang-orang Yahudi, dan dari pihak luar Madinah yaitu kafir Quraisy. Peristiwa pertentangan dari kedua pihak menimbulkan beberapa peristiwa yaitu perang badar, perang Uhud, Perang Khandak, Perjanjian Hudaibiyah, dan FathulMekkah.
Comments
Post a Comment